FOKAL IMM Bengkulu: Copot Nadiem

0

RDNews, Bengkulu – Mundurnya ormas islam Muhammadiyah dan NU dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementrian Pendidikan Republik Indonesia berujung kritik pedas dari berbagia kelangan kepada Mendikbud Nadiem Makarim.

Baca Juga

Tak hanya kritik bahkan banyak kalangan menyebut menteri muda itu gagal urus pendidikan Indonesia dan minta dicopot.

Salah satunya disampaikan Koordinator Wilyah Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korwil FOKAL IMM) Provinsi Bengkulu, Dr Rahiman Dani yang tegas meminta agar Presiden Jokowi segera mengevaluasi jabatan Nadiem.

“Soal mundurnya NU dan Muhammadiyah dari organisasi penggerak itu hanya puncak dari gunung es dari seluruh bentuk kebijakan Nadiem yang sampai dengan hari ini tidak memberi dampak apa-apa pada dunia pendidikan di Indonesia.

Pendidikan bukan urusan gaya-gayaan apalagi sekedar modal latar belakang sukses di dunia bisnis tapi pendidikan adalah soal filosofi bangsa, masa depan bangsa ini, tak bisa diurus hanya dengan modal kebijakan popular tapi miskin sejarah. Saya pikir saatnya Presiden review jabatan Mendikbud, copot saja” kata Rahiman Dani, Sabtu, (25/07)

Pengajar Magister Ilmu Administrasi Publik, FISIP Unihaz Bengkulu ini menilai, kemarahan Muhammadiyah dan NU dengan cara mundur dari program Kemdikbud adalah presiden buruk untuk kelangsungan pendidikan di Indonesia. Sebab, kata dia pendidikan merupakan pusat literasi kemerdekaan sekaligus pemantik lahirnya bangsa ini

“Kita tahu Muhammadiyah dengan sekolahnya demikian pula NU dengan pendidikan pesantrennya adalah pusat literasi kemerdekaan bangsa ini tanpa kedua organisasi ini mungkin Indonesia hari ini tidak ada. NU sudah mendirikan ribuan pesantren, Muhammadiyah pun begitu ribuan sekolah sekolah-sekolah formal didirikan sampai ke pelosok negeri jauh sebelum yang lain koar-koar soal pendidikan.

Dengan apa mereka berdiri,? dengan niat tulus ikhlas, keringat, darah bahkan airmata, konsistensi tanpa pamrih demi mencerdaskan anak bangsa” jelas Rahiman

Rahiman tidak berniat mengesampingkan organisasi lain namun menurutnya, ada tinta emas sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh siapa pun dalam mengurusi pendidikan di Indonesia

“Sebagai kader muhammadiyah saya memiliki sifat terbuka dengan perkembangan zaman namun tidak boleh lengah dengan sedikit pun. Kita menyambut baik sekalgus syukur dengan hadirnya teman-teman organisasi lain yang berniat membantu dunia pendidikan kita. Namun, kalaulah berkaitan dengan sistem bernegara harus clear syarat dan ketentuan tidak bisa bar-bar. Konsistensi adalah kunci utama tidak boleh insidentil apalagi parsial” jelasnya

Lebih lanjut, Rahiman mengatakan, iklim pendidikan di Indonesia berbeda jauh dengan pendidikan ala barat yang mana di Kementrian Pendidikan saat banyak diisi oleh staf-staf khusus yang berlatar belakang pendidikan high class.

“Saya apresiasi program ini (POP) karena upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru, wawasan tanaga pendidik yang berbasis tekenologi informasi. Namun, yang perlu dicatat ada sekolah-sekolah beralas tanah, berdinding kayu yang jauh dari dukungan infrastruktur apalagi internet. Nah disini guru-guru muhammadiyah hadir denga keikhlasan bukan pamrih. Kondisi ini tidak bisa dipahami oleh orang-orang yang dari awal mengenyam pendidikan high class” ujarnya

Rahiman menyarankan kepada Nadiem untuk tabayun dengan kedua organisasi yang mundur dari program Kemendikbud agar program pembangunan pendidikan berjalan dengan baik sehingga tujuan konstitusi yang mengamanatkan agar anak bangsa cerdas dapat terwujud

“Saran saya tabayun, PGRI juga sudah mundur artinya ada yang salah? kalau nggak mau mundur, ya presiden copot saja karena akan membahayakan kalau terus-terusan seperti ini. Belum lagi soal pembelajaran di tengah COVID-19, tidak apa kebijakan yang dihadirkan mendikbud” pungkas Rahiman. [rls/ypb]


Share.

RDNews, Bengkulu Tengah – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) periode 2020-2023 dikukuhkan. Pengukuhan serta pelantikan tersebut berlangsung di Wahana Surya Benteng, Kamis (6/8) “Ucapan terimakasih kepada Bupati Benteng serta seluruh jajaran yang telah membantu menyukseskan acara ini,” Ucap Ketua PWI Benteng terpilih, Leonardo Ferdian dalam sambutannya Ditempat yang sama, Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Zacky Antoni yang langsung melantik organisasi wartawan pertama di Indonesia tersebut mengatakan bahwa tugas serta amanah dipundak pengurus yang baru dilantik tidaklah mudah. Pasalnya organisasi tersebut dibentuk demi mengedepankan penguatan dalam pemahaman kode etik Jurnalistik. “Kalian punya tugas berat, emban amanah ini dengan baik…

Share.

RDNews, Bengkulu – Dari 3 nama yang telah mencuat bakal maju pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bengkulu, Elektabilitas Agusrin diatas 2 nama lainnya yakni petahana Rohidin Mersyah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Hal tersebut didapat setelah Lembaga Survey Diaspora Research Strategy merilis hasil survei yang mereka lakukan terhadap 700 responden di Hotel Santika, Minggu (26/7) Mereka (Lembaga Survey Diaspora Research Strategy.Red) menggunakan metode acak bertingkat (Multistage random sampling) dengan tingkat marjin eror berkisar 3,75 persen dan mengklaim tingkat kepercayaan sebesar 95 persen yang telah dilakukan pada tanggal 16 Juni hingga 20 Juli 2020 lalu. “Jika Pilgub Bengkulu dilakukan hari…

Share.

RDNews, Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan menerima kunjungan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/07). Dalam pertemuan Ketum JMSI didampingi Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga Jayanto Arus Adi dan Ketua Bidang Kesekretariatan, Pendataan Anggota, dan Verifikasi, Ari Rahman. Ketua Bawaslu mengatakan, pemilihan umum, termasuk Pilkada serentak yang akan digelar bulan Desember mendatang membutuhkan dukungan dan pengawasan publik, termasuk JMSI sebagai tempat berhimpun pengelola perusahaan media siber di Indonesia. “Kualitas Pilkada, ikut ditentukan oleh kualitas pengawasan publik. Semakin banyak pihak kredibel yang terlibat dalam mengontrol jalannya…

Share.

RDNews, Jakarta – Akhirnya perjuangan panjang 9 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) untuk naik status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tuntas di tangan para pimpinan DPD RI. Dalam rapat konsultasi dan mediasi yang menghadirkan Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo itu dicapai kata sepakat, awal Agustus semuanya akan selesai. Rapat yang berlangsung di rumah dinas Ketua DPD RI, Kamis (16/7) sore itu, langsung dipimpin oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua Nono Sampono serta Sultan Baktiar Najamudin. Sedangkan dari IAIN, hadir lengkap 9 Rektor dari seluruh Indonesia. Yakni Rektor IAIN Jember, Surakarta, Tulungagung,…

Share.