Malam Pembantaian Thomas Parr 1807 (Tamat)

0

Cerbung History:  Benny Hakim Benardie

Peran  Orang Dalam

Tahun  kepemimpinan Residen Thomas Parr dianggap melakukan penghinaan. Thomas Parr  sempat membuat dendam pribumi, saat mengeluarkan kebijakan memaksa penanaman kopi hingga terjadinya  pemberontakan dan pembantaian pada dirinya.

Ternyata itu tidak sama yang dirasa pihak yang ada di Pemerintah Bengal India.  Thomas Parr dihargai dalam ketajaman berbisnis. Thomas  Parr dihargai dalam upayanya menghasut permusuhan dari para Pemimpin Melayu pribumi, meskipun itu tidak berlangsung lama.

Pemaksaan penanaman budidaya kopi dianggap sebagai penyebab utama tragedi yang menimpa dirinya, isteri dan assistennya. Kini Thomas  Parr dan assisten Murray dimakamkan berdekatan di dalam Benteng Marlborough. Isterinya Frances Parr  dan putranya William  akhirnya kembali ke Calcutta India, yang dibiayai  perusahaan India Timur pada bulan Maret Tahun 1808.

Sebulan tibanya di  Calcutta  India, April 1808,  Frances Parr  menceritakan dalam sebuah Memorandum yang ditujukan pada Pemerintah Bengal di India.  Banyak yang terkuak, menyebabkan beberapa kecurigaan tentang terhadap orang dalam di Pemerintahan Bencoolen.

Suasana Pelabuhan Boom Bengkoelen (Bencoolen) Tahun 1892-1922 di Ujung Karang Tapak Paderi. Foto net

Ada kecurigaan  pada perilaku William Byam Martin, Kepala Asisten Residen yang ada di Gedung Mont Felix ketika Parr dibunuh.  Martin  saat itu diketahui melarikan diri,  ketika para pembantai  itu masuk dan menyerang kedalam kamar.

Usai memberikan paparan atas nasib yang menimpa keluarganya,   Frances dan anaknya, William Parr tidak pernah tiba di Inggris.  Mereka pergi berlayar dari Calcutta  pada tahun 1809. Pada tahun 1810, sebuah informasi perusahaan menyatakan Frances Parr sempat  tampaknya berada di atas salah satu kapal yang telah begitu lama hilang.

Setelah itu keberadaan isteri mantan Residen Bencoolen ini dan ada kabar Frances ‘meninggal’  di kapal Georgiana.  Perusahaan kehilangan jejak kepastian keberadaan anak dan istri Thomas Parr itu.  “Perusahaan menyatakan keprihatinannya dari yang tersisa dari Residen Thomas Parr dan mendeklarasikannya untuk mengkompensasi  mereka. Sebuah monumen akan didirikan untuk mengenang Thomas Parr dan Charles Murray di luar Benteng  Marlborough, dengan biaya yang cukup besar yang dikeluarkan  EIC”.

Monumen itu kini masih tegak berdiri di Kota Bengkulu, Provisi Bengkulu, yang oleh anak negeri di sebut Kuburan Bulek.  Monumen sempat dirubah oleh pemerintah kala itu, ditahun 80-an dan di jadinkan salah satu distinasi wisata sejarah.

Koloni dibenci koloni disayang.  Hikmah didapat walaupun tak maksimal untuk dirawat. Tak tampak plakat besi yang dulunya tertempel di dinding dalam Monumen Thomas Parr. Sebuah plakat kayu di dalam makam di Benteng Marlborough  juga  pupus. pada Tahun 1963   masih ada terpampang.

*Cerpenis tinggal di Kota Bengkulu/dikisahkan dari berbagai sumber. 

 

 

 

Share.

Leave A Reply