Ulah Gubernur Mempermalukan Profesi hingga Coba Intervensi

0

Lampung, RDNEWS –  Gubernur Lampung  Arinal Djunaidi melakukan tindakan tak pantas terhadap wartawati.  Teguran dilontarkan di depan publik  membuat jurnalis Tuti Nurkhomariyah  ini merasa malu  dan minder di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa siang..

Ini dikatakan Pelaksana tugas Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Mahmud Marhaba  saat dimintakan tanggapannya.



“Ada aturan yang jelas apabila seseorang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan. Bukan dengan marah-marah di depan umum. Itu mempermalukan wartawan. Apalagi sampai membawa-bawa urusan agama”, ujar Mahmud Marhaba, Selasa malam (03/03).

Tindakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi itu tak pantas, tak etis.  Apalagi  membawa-bawa urusan  pengenaan pakaian dan keyakinan  wartawati itu.

“Jika merasa ada masalah dengan pemberitaan media, hendaknya meminta klarifikasi kepada media yang bersangkutan. Bukan marah-marah di hadapan publik. Ini tandanya kepanikan seorang pemimpin”,  ungkap  Mahmud yang acap kali mengingatkan anggotanya untuk  taat Kode Etik Jurnalistik .

Kemerdekaan pers jelas  Mahmud,  merupakan hak semua warga Negara. Bukan hanya hak pekerja pers. Ini perlu kita hormati bersama. Pihak yang merasa terganggu dengan pemberitaan, gunakan mekasnisme yang disediakan UU nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jangan melakukan tekanan fisik dan psikis.

Kronologi

Di hadapan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Lampung dan belasan wartawan, Gubernur Arinal Djunaidi sempat menyinggung sebuah pemberitaan yang mengangkat soal kehadirannya mengenakan pakaian dinas, dalam Musda X Partai Golkar Lampung di Graha Wangsa, Bandarlampung, sehari sebelumnya (Senin, 2/3/2020).

Kepada wartawan yang hadir di rauangan itu gubernur  bertanya, apakah wartawan RMOL Lampung hadir. Tuti Nurkhomariyah lantas mengacungkan tangan. Saat itulah teguran dilakukan. Soal pakaian muslimah yang dikenakan Tuti juga jadi cemehan.

“Kamu pake kerudung. Samiknawaatoqna. Jangan sampai innalilahiwainnaIlilaIhirojiun”,  tegurnya gubernur sembari meminta  agar  Tuti membuat berita yang baik-baik saja.

Ironisnya, Kantor Berita RMOL Lampung tidak pernah memuat berita yang dituding Gubernur Arinal itu. Apalagi berita tentang seragam gubernur pada saat Musda Partai Golkar dimuat media online lain.

Tidak sampai di situ saja. Usai acara.  wartawati RMOL Lampung disambangi empat orang ajudan dan membawanya ke ruang  kerja gubernur. Di dalam ruangan itu, Gubernur Arinal mempersoalkan berita lain, yang memang dimuat RMOL Lampung, berjudul “Polemik Raja Olah, Herman HN Ya Diolah Saja, Gulanya Harus Menang.”

Berita itu diangkat dari pernyataan Walikota Bandar Lampung Herman HN yang direkam oleh sang wartawati. Disebutkan oleh wartawati RMOL Lampung itu, seseorang di dalam ruangan itu meminta, agar dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Arinal atas berita tersebut, demi menghentikan persoalan. (rls)

Share.

Leave A Reply